Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PMKRI Cabang Jakarta Timur Hadirkan Bonifasius Hargens dan Trubus Rahardiansah, Singgung Reformasi Polri

Jakarta Timur-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Jakarta Timur Santo Petrus Kanisius gelar Dialog Publik. Acara berlangsung di Margasiswa III PMKRI cabang Jakarta Timur dengan tema "Menata kembali reformasi polri, transparansi, profesonalisme dan pelayanan publik”, pada sabtu 13 Desember 2025. Hadir langsung pada Dialog Publik adalah Pengamat Politik Bonifasius Hargens dan Pengamat Hukum Trubus Rahardiansah, yang membahas isu krusial reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Bonifasius Hargens menyampaikan poin utama bahwa reformasi Polri harus difokuskan pada transformasi budaya institusional, etika, dan sistem internal untuk memperkuat demokrasi Indonesia. "Mari menata kembali reformasi Polri dengan fokus yang tepat adalah imperatif bagi masa depan demokrasi Indonesia. Ketika kepolisian bertransformasi menjadi institusi yang benar-benar merakyat dan demokrasi, seluruh bangunan demokrasi kita akan lebih kokoh." Ucap Boni dengan tegas. Ia menekankan perubahan budaya hierarkis-militeristik menjadi orientasi pelayanan publik dengan prioritas transparansi, akuntabilitas, dan penghormatan HAM.
Reformasi ini disebut sebagai investasi fundamental demokrasi, tidak boleh bergantung pada politik jangka pendek atau politisasi yang melemahkan independensi Polri. "Budaya militeristik adalah akar dari berbagai masalah Polri. Tanpa transformasi budaya, reformasi struktural atau pergantian kepemimpinan tidak akan menghasilkan perubahan substantif. Jadi, reformasi budaya ini seharusnya menjadi fokus kajian Komite Reformasi Polri saat ini sehingga ujungnya bisa menciptakan kepolisian sipil yang demokratis." Tutup Boni. Sementara Trubus Rahardiansyah, pengamat hukum, menyampaikan pandangan kritis tentang reformasi Polri dalam tersebut pada 13 Desember 2025, menekankan penguatan penegakan hukum dan pengawasan. "Peran polisi itu seharusnya tidak lagi pada tataran kekuasaan, tapi bagaimana publik merasa terayomi. Masyarakat patuh bukan karena takut, tapi karena empati dan rasa percaya." Ujar Trubus. Ia juga menekankan : "Reformasi Polri harus ditopang oleh penegakan hukum yang konsisten serta pengawasan internal dan eksternal". Profesionalisme aparat menjadi kunci utama, dengan fokus pada empati publik daripada orientasi pada kekuasaan.
oleh : Alvin - Ketua Litbang

Posting Komentar untuk "PMKRI Cabang Jakarta Timur Hadirkan Bonifasius Hargens dan Trubus Rahardiansah, Singgung Reformasi Polri"